Kabar

‘Hotline 1998’: Dokumenter yang Rekam Rahasia Kelam Tragedi 1998

“Dokumenter Hotline 1998 hadir sebagai antitesa, sekaligus bukti yang berusaha mengungkap rahasia kelam itu. Film ini berisikan narasi tentang para volunteer yang saat itu bertugas sebagai bala bantuan korban-korban pelecehan dan kekerasan seksual ketika Tragedi 1998 terjadi.” Chika Ramadhea, Magdalene Chika Ramadhea adalah satu dari banyak orang yang tidak mengetahui tentang perkosaan massal dalam peristiwa […]

‘Hotline 1998’: Dokumenter yang Rekam Rahasia Kelam Tragedi 1998 Read More »

Tragedi Mei 98, Kusmiyati: Nyawanya Direnggut Begitu Saja

Kusmiyati hanya bisa menggenggam foto anak lelakinya yang menjadi korban Tragedi 1998. Kala itu putranya, Mustofa, baru berusia 14 tahun. Ia menjadi salah satu dari ratusan korban yang meninggal dalam peristiwa kebakaran Mal Klender. Kusmiyati kini hidup dengan ekonomi yang pas-pasan tanpa mendapatkan bantuan dari pemerintah. Bahkan dirinya kesulitan untuk membayar pajak pemakaman putranya di

Tragedi Mei 98, Kusmiyati: Nyawanya Direnggut Begitu Saja Read More »

Menjadi Tionghoa di Indonesia: Luka Kami Masih Basah

Keturunan Cina-Indonesia kerap mengalami diskriminasi di negeri sendiri. Masyarakat keturunan Tionghoa-Indonesia seringkali dijadikan sasaran dan kambing hitam dalam berbagai aksi kerusuhan. Memori dan trauma masyarakat keturunan Tionghoa-Indonesia belum pulih pasca kerusuhan Mei 1998. Namun, pada 22 Mei 2019 ketika kerusuhan pasca pengumuman hasil pemilihan presiden, masyarakat keturunan Tionghoa-Indonesia kembali menjadi korban. Kerusuhan dengan sentimen anti-Cina

Menjadi Tionghoa di Indonesia: Luka Kami Masih Basah Read More »

Rekomendasi Film: 9808

9808 merupakan antologi film untuk memperingati 10 Tahun Reformasi yang terdiri dari 10 film pendek dan disutradarai oleh 10 sutradara. Proyek ini diprakarsai oleh Prima Rusdi (Penulis skenario), Edwin (Sutradara), dan Hafiz (Seniman visual). Setiap filmnya menyorot gagasan dan arti Reformasi dari sudut pandang warga sipil selaku pahlawan negara sebenarnya. Untuk menonton, sila akses: bit.ly/rekomendasiBC2

Rekomendasi Film: 9808 Read More »

Puncak Kebangkitan (Kembali) Feminisme

Di era Soeharto yang meredam suara gerakan perempuan feminisme sukar mendapat kesempatan mengambil peran dalam upaya menghentikan rezim otoriter pada masa orde baru. Namun, hal yang berbeda terjadi pada Wardah Hafidz seorang aktivis perempuan yang bergerak untuk hak-hak kaum marginal. Pada Mei 1998, Wardah bersama kawan-kawannya turun kejalan untuk meneriakkan penindasan yang selama ini dialami

Puncak Kebangkitan (Kembali) Feminisme Read More »

Ketika Rumah Susi Susanti Nyaris Dibakar

Susi Susanti merupakan sosok penting dalam sejarah badminton Indonesia. Torehan prestasi yang ia raih selama berkarir menjadikannya pebulutangkis perempuan pemegang rekor kemenangan beruntun terpanjang. Di balik perjalanan kisah sukses-nya mengharumkan nama Indonesia, ternyata Susi Susanti pernah mengalami diskriminasi oleh negeri sendiri.  Pada Mei 1998, Susi tengah berjuang atas nama Indonesia pada ajang Uber Cup 1998

Ketika Rumah Susi Susanti Nyaris Dibakar Read More »

Mereka yang Menuntut Keadilan

Aksi Kamisan telah dilaksanakan hingga ratusan kali dan lebih dari satu dekade. Namun, apa yang menjadi tuntutan belum juga terpenuhi, yakni penyelesaian pelanggaran HAM berat di Indonesia. Peserta Aksi Kamisan datang dari beragam latar belakang, tetapi mereka memiliki satu tujuan bersama yaitu memperjuangkan keadilan bagi korban pelanggaran HAM. Salah satu peserta Aksi Kamisan yang setia

Mereka yang Menuntut Keadilan Read More »

Korban Tragedi Mei 98: HAM Bukan Cuma Janji

Bertahun-tahun berlalu, namun jalan membela para korban Tragedi 1998 masih belum menemukan titik terang. Hingga saat ini kebenaran belum terungkap dan pelaku utamanya belum juga diadili. Padahal tragedi tersebut memakan korban ratusan. Hingga saat ini, para korban dan keluarga masih mengharapkan kejelasan dari pemerintah. Minarni, salah satu penyintas, rutin mengikuti kegiatan pertemuan Tragedi 1998. Ia

Korban Tragedi Mei 98: HAM Bukan Cuma Janji Read More »

Koperasi Gemah Ripah, Penyambung Hidup Keluarga Korban Pelanggaran HAM

Purwati dan Kusmiyati adalah dua perempuan paruh baya yang banyak berbagi kesamaan pengalaman hidup. Keduanya kehilangan putra mereka dalam Tragedi 1998. Meskipun usia yang tidak lagi muda, Purwati dan Kusmiyati mesti berjuang menafkahi keluarga. Sebab, putra kesayangan yang menjadi harapan keluarga kini sudah tiada.  Sejak peristiwa 1998, Purwati dan Kusmiyati tidak mendapatkan jaminan dan bantuan

Koperasi Gemah Ripah, Penyambung Hidup Keluarga Korban Pelanggaran HAM Read More »